Mengapa Kita Ngeblog?

wanita pengeblogSeperti kita ketahui, sekarang ini ngeblog lagi ngetren di samping Face Book. Tak heran banyak bermunculan blog-blog baru. Lalu pertanyaan yang layak diajukan adalah mengapa kita ngeblog? Pertanyaan sederhana memang, namun menarik untuk dikaji. Menurut pemahaman saya, secara garis besar ada dua alasan mengapa kita ngeblog. Pertama, ngeblog non bisnis dan kedua ngeblog untuk bisnis. Seperti apa ngebolg non-bisnis dan ngeblog untuk bisnis itu?

 

Ngeblog non-bisnis

Umumnya blog non-bisnis bersifat personal. Pemiliknya hanya sekadar mencurahkan isi hati, menceritakan kehidupan sehari-hari, dan membentuk pertemanan sesamanya. Para pemilik ini umumnya tidak peduli page rank, nilai alexa, atau peringkat di Google (SEO). Mereka mungkin saja tidak mau tahu tips menjadi nomor satu di google atau panduan agar blog ramah google, dan lain sebagainya.

Bisa dikatakan, mereka ngeblog saja agar gak dibilang gaptek. Hari gini gak punya blog, ke mana aja lu? Begitu kira-kira lelucon yang mendasarinya.

Menurut pengamatan saya, banyak sekali jenis blog seperti ini. Salah satu contohnya adalah blog yang ditulis teman saya yaitu Ucrit. Selain menuliskan pengamatan sehari-harinya, dia juga menceritakan kisah-kisah pribadinya. Semuanya itu dia namai jeritan hati ucrit.

Ngeblog untuk bisnis

Berbeda dengan jenis ngeblog di atas, ngeblog untuk bisnis difokuskan untuk mencari uang secara online, baik sebagai pasive income maupun full income. Para pemilik ini paham betul bahwa untuk mencari uang tersebut mereka punya 4 prinsip sukses yaitu solid content, traffic, presell, dan monetasi. Tak heran banyak upaya dilakukan untuk mewujudkan keempat prinsip di atas. Tak heran pula mereka terbiasa memonitor nilai alexa, peringkat di google, page rank, jumlah pengikut, statistik blog, dan jumlah pelanggan (reader).

Bagaimana kalau upaya-upaya yang telah dilakukan itu “hilang” di tengah jalan karena blognya ter-suspend oleh berbagai hal? Teman saya, Jajang Nurjaman, telah mengalaminya. Yang pasti, kesal, dongkol, marah, dan mungkin sedikit depresi.

Mental yang kuat diperlukan untuk mengatasi hal ini. Mental yang akan mengerahkan segala upaya untuk segera kembali ke tujuan mencari uang dari blog. Menurut saya, Jajang telah memiliki mental seperti ini. Ia kembali membuat blog barunya yang dinamai Blog Cikal. Asumsi saya, dia sedang dalam jalan mewujudkan keempat prinsip sukses di atas.

Jalan terjal memang yang dihadapinya dan butuh waktu panjang. Saya tertarik untuk memantau segala upayanya menempuh jalan terjal tersebut. Saya ingin tahu caranya pulih demi mencapai harapan, siapa tahu itu semua memberi inspirasi. Oleh karena itu, hari kemarin saya memutuskan untuk menjadi pelanggannya. Mudah-mudahan tambahan satu pelanggan ini bermakna bagi masa depan blog bisnisnya. Di bawah ini adalah bukti berlangganan saya terhadap blog cikal.

 Berlangganan Jajang Content

 

 

Bisakah blog non-bisnis dijadikan blog bisnis?

Menurut pemahaman saya bisa. Salah seorang teman saya telah membuktikannya. Dari 2007 dia ngeblog (hanya sekadar ngeblog saja), dan mulai bulan kemarin ia mengubah haluan menjadi blog bisnis. Dari blognya tersebut, sekarang ia berhasil mendapat sekurang-kurangnya $30 per minggu dengan mengikuti program paid review di Blogsvertise.

Apa saja syarat blog non-bisnis dijadikan blog bisnis? Blog yang menggunakan blogger.com yaitu salah satu blog gratisan. Beruntunglah Anda yang sudah lama menggunakan blogger sebagai blog non-bisnis. Anda tinggal memonetasinya dengan paid review, adsense, private ads, dan afiliasi.

Bagi pemilik blog non-bisnis yang menggunakan wordpress.com, tentunya sulit mengubahnya menjadi blog bisnis dengan menerapkan monetasi di atas karena pemilik wordpress.com melarangnya. Kalau Anda mengabaikannya, cepat atau lambat akan terkena suspend.

Apa yang harus dilakukan?

Menurut saya, teruslah ngeblog di wordpress.com untuk “mencari nama” dan teman. Di saat bersamaan, buat blog bisnis khusus (baik gratisan atau berbayar). Bila blog wordpress.com Anda sudah mapan (page rank 3 dan alexa di bawah 100 ribu), maka blog ini bisa digunakan untuk “menolong” blog bisnis baru Anda. Caranya dengan membuat link sebaik mungkin ke blog baru tersebut sehingga pengunjung akan berdatangan (baik cepat atau lambat). Hal serupa akan saya lakukan untuk blog bisnis baru saya yang sedang dalam tahap set up design.

Jadi,mengapa kita ngeblog? Jawabannya ada di diri masing-masing. Anyway, apapun jenis blog kita sekarang, hemat saya teruslah ngeblog untuk mencapai tujuan masing-masing. Happy blogging bro…

 

Anda mungkin tertarik dengan artikel berguna berikut:

 

 Update: Lagi ikutan kontes SEO Aristia Wida Rukmi. Kontes SEO ini adalah salah satu dari Kontes-Kontes SEO yang sedang berlangsung. Sayangnya, belum ada yang tahu wajah Aristia Wida Rukmi

2009 @ https://hermanyudiono.wordpress.com on mengapa kita ngeblog

12 responses to “Mengapa Kita Ngeblog?

  1. Wah Kang Yudi berlangganan blog saya?
    jadi malu….Padahal saya baru ngeblog 2 bulan ini.
    Tapi mudah-mudahan blog baru saya ini bisa tetep eksis

    Hatur nuhun nya…

  2. Terima kasih atas Informasinya. Salam Kenal.

  3. hey, pak. bagus tulisannya. saya juga pernah nulis dengan tema yg sama. jika berkenan silahkan baca http://dhila13.wordpress.com/2009/05/31/budaya-nge-blog-budaya-menulis/

    thx…

    salam kenal

  4. Kenapa saya ngeblog ? pingin dapat hasil sampingan … tapi belum juga dapat ……… !!!!!

    • Kang Yudiono

      @Kulitintacetak: Kata blogger sukses, sabar dan konsisten berusaha terus dibutuhkan untuk mendapat sampingan dari ngeblog. Lanjutkan!

  5. Kata blogger sukses, sabar dan konsisten berusaha terus dibutuhkan untuk mendapat sampingan dari ngeblog …
    itu tepat Mz ….
    ketergesa-gesaan (biasa diungkapkan dengan kata ingin hasil instant) …
    hanya akan menimbulkan keputusasaan … tidak asik padahal blogging is enjoy …

    dah kupasang linknya mz thankz …

  6. waduuuhhh…. malu2ka kang…

  7. saya ngeblog buat nyari duit

  8. Ya, mari terus nge blog.🙂