Saat melihat Marzuki Alie di TV, saya merasa enek. Beda halnya bila melihat Anas Urbaningrum. Dalam pandangan saya, Marzuki Alie adalah politisi tengil yang tingkah lakunya tak seperti negarawan. Salah satu contohnya adalah 3 Maret 2010, saat memimpin rapat lobi membahas rekomendasi Panitia Khusus Angket Kasus Bank Century, ketua DPR RI ini beberapa kali menerima telepon.
Pernyataannya pun tak kalah kontroversi. Misalnya, 27 Oktober 2010, Marzuki mengomentari bencana tsunami di Mentawai sebagai berikut: ”Mentawai itu, kan pulau. Jauh itu. Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi kita tinggal di pulaulah.” Dan menurut Marzuki, sebaiknya mereka direlokasi ke daratan.
Btw, bagaimana pandangan Anda mengenai Marzuki Alie?

sudah tidak pantas lagi, kemungkinan jika dilanjutkan tidak akan maksimal,,
hehehee..
salam kenal—>>>
selamat berkarya kawan BLOGGER INDONESIA..
orang bisa dinilai dari kualitas ucapannya, mudah2an tahun 2014 DPR dipenuhi oleh orang2 yang berkualitas….. Amiin
Haa, aku bingung politik di negeri ini,
kunjungan perdana gan, ditunggu kunjungan baliknya
marzuki memang penuh kontroversi, tapi apa daya… beliau tetap buah dari demokrasi yang mau tak mau harus kita nikmati…..
salam
apakah ini bukan cerminan masyrakat kita?
pemilihan langsung ya mengasilkan produk seperti ini
enjoy ajah? hehehe
ntahlah aku tidak begitu mengerti soal politik,,
aku gimana ahli politik ajach dech,..
gimana yang baiknya ajach..:)
Anda benar!. marzuki alie adalah politisi tengil. kita lihat saja berita dikoran atau di tv. kayaknya negarawan pura-pura membela negara. padahal dia tidak jujur. mana ada pimpinanan dpr ri tidak tahu-menahu biaya renovasi ruangan anggaran yang mencapai 20 milyard. alasannya itu adalah bukan bidangnya. (sekjen)